Penulis : Al Ustadz Abu Asma Andre
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن
سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا
إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
يَا أَيُّهَا الّذِينَ آمَنُواْ اتّقُواْ اللّهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مّسْلِمُونَ
يَآ أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ
نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً
كَثِيْراً وَنِسَآءً وَاتَّقُوْا اللَّهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُونَ بِهِ
وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْباً
يَا
أَيُّهَا الّذِينَ آمَنُواْ اتّقُواْ اللّهَ وَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً
. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن
يُطِعِ اللّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماًً
أما بعد: فإن أصدق الكلام كلام الله وخير الهدي هدي محمد وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار.
Al Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata didalam Al Bidayah 1/15 :
Dan telah berbeda pendapat para ulama tentang apa yang pertama kali
diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, sebagian diantara mereka
berkata : Qalam diciptakan sebelum seluruhnya ada dan inilah yang
dipilih oleh Al Imam Ibnu Jarir, Ibnul Jauzi dan selain mereka berdua,
mereka yang berpendapat seperti ini berhujjah dengan hadits yang
dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Abu Daud, At Tirmidzi dari Ubadah bin
Shamit radhiallahu anhu berkata : bersabda Rasulullah shalallahu alaihi
wa sallam :
إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ فَقَالَ لَهُ
اكْتُبْ قَالَ رَبِّ وَمَاذَا أَكْتُبُ قَالَ اكْتُبْ مَقَادِيرَ كُلِّ
شَيْءٍ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ
"Pertama kali yang Allah ciptakan
adalah pena, lalu Allah berfirman kepadanya : " Tulislah ! " pena itu
menjawab : " Wahai Rabb, apa yang harus aku tulis ? " Allah menjawab :
" Tulislah semua takdir yang akan terjadi hingga datangnya hari
kiamat." (1)
Jumhur berpendapat sebagaimana dinukil oleh Al
Hafidz Abu 'Ala Al Hamdani dan selainnya bahwa arsy adalah makhluk yang
diciptakan sebelum qalam(2), hal ini sebagaimana dinukil oleh Al Imam
Ath Thabari rahimahullah dari jalan Adh Dhahak dari Ibnu Abbas
radhiallahu anhu, sebagaimana didalam hadits yang terdapat didalam
shahih Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu anhu :
كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ
السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ قَالَ وَعَرْشُهُ
عَلَى الْمَاءِ
" Allah telah menentukan takdir bagi semua makhluk
lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.'
Rasulullah menambahkan : Dan arsy Allah itu berada di atas air." (3)
Ibnu Jarir membawakan didalam Tarikhnya (1/29) :
ان الله كان عرشه على الماء ، ولم يخلق شيئا غير ما خلق قبل الماء
" Sesungguhnya arsy Allah berada diatas air, dan tidak ada yang diciptakan oleh-Nya sesuatu sebelum air."
Diriwayatkan dengan jalan yang lain dari Muhammad bin Ishaq :
أول ما خلق الله عزوجل النور والظلمة ثم ميز بينهما فجعل الظلمة ليلا أسود مظلما، وجعل النور نهارا مضيئا مبصرا
" Yang pertama diciptakan oleh Allah azza wa jalla adalah cahaya dan
kegelapan, kemudian Allah memisahkan diantara keduanya dan menjadikan
kegelapan untuk malam yang gelap dan menjadikan cahaya untuk siang yang
terang."(4)
Al Imam Ibnu Jarir berkata - sebagaimana terdapat
didalam Bidayah 1/16 - : " Yang pertama kali diciptakan oleh Rabb kita
setelah qalam adalah kursi, kemudian setelahnya arsy, kemudian
setelahnya menciptakan udara dan kegelapan, kemudian menciptakan air,
dan Dia azza wa jalla meletakkan arsy diatas air. Wallahu 'alam. (
Sampai disini nukilan dari Al Bidayah )
Sebagian manusia
berpendapat bahwasanya yang pertama kali diciptakan oleh Allah
subhanahu wa ta'ala adalah cahaya Muhammad, mereka berhujjah dengan
riwayat berikut :
عن جابر-رضي الله عنه-قال : سألت رسول الله-صلى
الله عليه وسلم- عن أول شئ خلقه الله تعالى؟ فقال: ((هو نور نبيك يا جابر؛
خلقه الله ثم خلق فيه كل خير وخلق بعده كل شئ
Dari Jabir
radhiallahu anhu : Aku bertanya kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa
sallam tentang apa yang awal sekali yang Allah subhanahu wa ta'ala
ciptakan ? Berkata Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam : " Yang
pertama kali diciptakan adalah cahaya Nabimu wahai Jabir, kemudian
Allah menciptakan darinya seluruh kebaikan, dan kemudian menciptakan
segala sesuatu...."Riwayat ini adalah riwayat yang palsu dan tidak ada
asal usulnya.(5)
Kedua hadits diatas ( Ubadah bin Shamit dan
Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu anhuma ) seperti terlihat adanya
perbedaan, akan tetapi didudukkan permasalah ini sebagaimana dikatakan
oleh Syaikh Abdullah bin Zugail :
هذه الأحاديث متفقة مؤتلفة وليست
بمختلفة , فأول ما خلق الله من الأشياء المعلومة لنا هو العرش واستوى عليه
بعد خلق السموات , كما قال - تعالى وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ
وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ
لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا هود/7.
وأما بالنسبة
للقلم فليس في الحديث دليل على أن القلم أول شيء خلق , بل معنى الحديث أنه
في حين خلق القلم أمره الله بالكتابة فكتب مقادير كل شيء .
Kedua
hadits ini tidaklah bertentangan, adapun yang pertama kali Allah
ciptakan dari segala sesuatu adalah arsy, sebagaimana telah maklum
bahwa Allah beristiwa diatas arsynya sebelum menciptakan langit dan
bumi - sebagaimana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا
" Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan
adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji
siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya..." ( QS Hud : 7 )
Adapun penisbatan qalam - maka tidaklah didalam hadits ini terdapat
dalil bahwasanya qalam adalah yang pertama diciptakan, bahkan maknanya
bahwa ketika diciptakan qalam maka Allah subhanahu wa ta'ala
memerintahkannya untuk menulis seluruh taqdir. (6)
Al Imam Ibnul Qayyim berkata dalam Nuniyah :
والناس مختلفون في القلم الذي *** كتب القضاء به من الديان
هل كان قبل العرش أو هو قبله *** قولان عند أبي العلا الهمداني
والحق أن العرش قبل لأنه *** عند الكتابة كان ذا أركان
Manusia berbeda pendapat didalam qalam - yang Allah tuliskan qadha dengannya.
Apakah qalam diciptakan sebelum arsy ataukah sesudah arsy - keduanya diucapkan disisi Abi 'Ala Al Hamdani.
Dan yang benar adalah arsy diciptakan sebelum qalam - dan dengannya ditulislah seluruh perkara.
Wallahu 'alam.
Abu Asma Andre
Ciangsana - Cileungsi
21 Rajab 1433 H
سبحانك اللهم وبحمدك اشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك
Catatan Kaki :
1. HR Imam Abu Daud no 4700 dan ini lafadz beliau, Imam At Tirmidzi no
2155, Imam Ahmad no 22197, dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam
Shahih Al Jami' no 2017 dan 2018.
2. Abu Asma Andre katakan : dan inilah pendapat yang terlihat dipegang oleh Al Imam Ibnul Qayyim didalam Syifa'ul Alil hal 4.
3. HR Imam Muslim no 2653 dan Imam At Tirmidzi no 2156 dan lain - lain.
4. Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Jarir didalam Tarikh 1/29 dan didalam
sanadnya ada Ibnu Humaid syaikhnya Ibnu Jarir dan Ibnu Humaid dhaif.
5. Keterangan lebih lanjut bisa dibaca di : www.ahlalhdeeth.com
6. Keterangan lebih lanjut bisa dibaca di :http://www.ahlalhdeeth.com/vb/ showthread.php?t=13210
---
untuk dipahami bahwasanya dalam permasalahan ghaib seseorang muslim tidak boleh berbicara kecuali dengan dalil
dan alhamdulillah terdapat sedikit keterangan dalam masalah ini, berikut nukilan saya dari catatan kaki Tafsir Ibnu Jarir :
..."
العماء " ، في كلام العرب ، السحاب . قال أبو عبيد القاسم بن سلام : "
وإنما تأولنا هذا الحديث على كلام العرب المعقول عنهم ، ولا ندري كيف كان
ذلك العماء "
Air dalam pembicaraan orang arab ( juga bermakna )
awan, berkata Abu Ubaid Qasim bin Sallam : sesungguhnya inilah
pemaknaan terhadap hadits ini didalam bahasa arab yang dipahami oleh
mereka, dan kita tidak mengetahui bagaimana sesungguhnya awan
tersebut..."
( Tafsir Ibnu Jarir 15/246 )
dan yang lebih utama adalah memahami berdasarkan maknanya air dipahami sebagai air, tanpa ditanyakan bagaimananya
sebagaimana bisa dilihat didalam fatwa berikut ini : http://www.islamweb.net/ fatwa/ index.php?page=showfatwa&la ng=A&Id=35995&Option=Fatwa Id
dan alhamdulillah terdapat sedikit keterangan dalam masalah ini, berikut nukilan saya dari catatan kaki Tafsir Ibnu Jarir :
..." العماء " ، في كلام العرب ، السحاب . قال أبو عبيد القاسم بن سلام : " وإنما تأولنا هذا الحديث على كلام العرب المعقول عنهم ، ولا ندري كيف كان ذلك العماء "
Air dalam pembicaraan orang arab ( juga bermakna ) awan, berkata Abu Ubaid Qasim bin Sallam : sesungguhnya inilah pemaknaan terhadap hadits ini didalam bahasa arab yang dipahami oleh mereka, dan kita tidak mengetahui bagaimana sesungguhnya awan tersebut..."
( Tafsir Ibnu Jarir 15/246 )
sebagaimana bisa dilihat didalam fatwa berikut ini : http://www.islamweb.net/